Tidak Melakukan Audit Struktur, Apa Yang Akan Terjadi?

audit struktur

Sejarah Singkat Audit Struktur

Audit struktur bangunan, atau yang lebih dikenal sebagai “building inspection” di beberapa negara, adalah suatu jenis audit yang dilakukan untuk mengevaluasi kondisi struktur bangunan, termasuk keamanan, kesehatan, dan fungsionalitasnya.

Sejarah audit struktur bangunan dapat ditelusuri kembali ke abad ke-19, ketika terjadi peningkatan pembangunan bangunan di kota-kota besar di Amerika Serikat dan Eropa. Pada saat itu, terdapat kekhawatiran bahwa kondisi bangunan-bangunan tua yang ditinggalkan dapat membahayakan keselamatan publik. Sebagai tanggapan atas hal ini, beberapa kota di Amerika Serikat mulai mengatur inspeksi bangunan wajib sebagai bagian dari proses perizinan bangunan.

Baca Juga: Konsultan Mekanikal Elektrikal Indonesia

Pada abad ke-20, audit struktur bangunan semakin berkembang dan menjadi lebih formal, terutama setelah terjadi beberapa kecelakaan bangunan yang mengakibatkan kerugian jiwa dan harta benda yang signifikan. Pada saat itu, para ahli struktur bangunan mulai mengembangkan metodologi dan standar untuk melakukan audit struktur bangunan yang terstruktur dan komprehensif.

Seiring dengan perkembangan teknologi dan standar keselamatan yang lebih ketat, audit struktur bangunan semakin menjadi hal yang penting untuk dilakukan. Saat ini, audit struktur bangunan menjadi bagian yang integral dalam proses perencanaan, pembangunan, dan perawatan bangunan di seluruh dunia. Audit struktur bangunan tidak hanya dilakukan pada bangunan-bangunan tua, tetapi juga pada bangunan baru untuk memastikan bahwa mereka memenuhi standar keselamatan dan kualitas yang berlaku.

Baca Juga: Pemanfaatan Warna Netral dalam Desain Minimalis untuk Keindahan yang Sederhana

Yang Mengatur Peraturan Audit Struktur di Berbagai Belahan Dunia

Aturan tentang audit struktur bangunan berbeda-beda di setiap negara, tergantung pada hukum, regulasi, dan standar keselamatan yang berlaku di masing-masing negara. Pada umumnya, aturan tentang audit struktur bangunan dibuat oleh badan pemerintah yang bertanggung jawab atas regulasi dan pengawasan bangunan, seperti departemen bangunan atau departemen pekerjaan umum.

Di beberapa negara, ada lembaga atau asosiasi yang khusus mengembangkan standar atau panduan tentang audit struktur bangunan. Contohnya, di Amerika Serikat, American Society of Home Inspectors (ASHI) dan National Association of Home Inspectors (NAHI) memiliki standar yang berkaitan dengan audit struktur bangunan. Sedangkan di Inggris, Royal Institution of Chartered Surveyors (RICS) memiliki standar dan panduan yang berkaitan dengan building inspection.

Selain itu, ada juga lembaga internasional seperti International Code Council (ICC) yang mengembangkan standar dan panduan internasional terkait audit struktur bangunan. Meskipun standar dan regulasi bisa berbeda-beda di setiap negara, prinsip-prinsip dasar dalam melakukan audit struktur bangunan yaitu evaluasi terhadap kondisi bangunan secara keseluruhan, meliputi aspek keamanan, kesehatan, dan fungsionalitasnya.

Baca Juga: EVALUASI STRUKTUR BANGUNAN : MENGECEK KETAHANAN TERHADAP GEMPA BUMI 

Peraturan Audit Struktur Di Indonesia

Di Indonesia, aturan tentang audit struktur bangunan diatur oleh pemerintah melalui beberapa peraturan dan undang-undang. Beberapa aturan terkait audit struktur bangunan di Indonesia antara lain:

  1. Undang-undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, yang mengatur tentang perencanaan, perancangan, pelaksanaan, pengawasan, dan pemeliharaan bangunan gedung termasuk persyaratan audit struktur.
  2. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 30/PRT/M/2019 tentang Pedoman Teknis Inspeksi Teknis Bangunan Gedung, yang mengatur tentang pedoman teknis audit struktur bangunan gedung.
  3. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 12/PRT/M/2021 tentang Persyaratan Teknis Bangunan Gedung yang Berlaku Sebagai Pedoman Pelaksanaan Undang-undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, yang mengatur tentang persyaratan teknis yang harus dipenuhi dalam pembangunan dan perawatan bangunan gedung, termasuk persyaratan audit struktur.
  4. Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang audit struktur bangunan, yaitu SNI 1726-2012 tentang Tata Cara Perencanaan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. Standar ini memberikan panduan untuk perencanaan struktur beton pada bangunan gedung, termasuk persyaratan audit struktur.

Selain aturan di atas, ada juga lembaga yang berwenang untuk melakukan audit struktur bangunan di Indonesia, seperti Direktorat Jenderal Bina Marga dan Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Baca Juga: Pentingnya Audit Struktur dalam Proses Due Diligence Properti

Yang Akan Terjadi Jika Tidak Melakukan Audit Struktur Pada Bangunan

Tidak melakukan audit struktur bangunan dapat menyebabkan berbagai risiko dan konsekuensi negatif, baik bagi penghuni bangunan maupun orang-orang di sekitar bangunan tersebut. Beberapa risiko dan konsekuensi negatif akibat tidak melakukan audit struktur antara lain:

  1. Kegagalan struktur bangunan: Bangunan yang tidak diperiksa secara teratur dapat mengalami kerusakan atau kegagalan struktur. Hal ini dapat mengakibatkan kecelakaan atau kerusakan yang serius, bahkan kematian jika terjadi pada saat bangunan sedang digunakan.
  2. Kerugian finansial: Kerusakan struktur bangunan yang tidak terdeteksi atau diperbaiki dapat mengakibatkan kerugian finansial yang besar.Biaya perbaikan bangunan yang rusak dapat menjadi sangat mahal, terutama jika kerusakan yang terjadi cukup parah dan membutuhkan perbaikan yang intensif.
  3. Tuntutan hukum: Jika terjadi kerusakan atau kecelakaan yang disebabkan oleh kegagalan struktur bangunan yang tidak diperiksa, maka pemilik bangunan dapat dikenakan tuntutan hukum oleh pihak yang terkena dampak.
  4. Kerugian reputasi: Bangunan yang tidak diperiksa secara teratur dapat memberikan citra buruk bagi pemilik atau pengelola bangunan, terutama jika terjadi kecelakaan atau kerusakan yang disebabkan oleh kegagalan struktur.

Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan audit struktur bangunan secara teratur untuk menghindari risiko dan konsekuensi negatif yang mungkin terjadi.

Info Penting