slf

Bagaimana jika masa berlaku SLF habis?

slf
slf

Persyaratan teknis

SLF, sedangkan persyaratan teknis bangunan akan ditinjau melalui bangunan dan tata letak bangunan. Persyaratan desain bangunan antara lain sebagai berikut:

  1. Persyaratan peruntukan bangunan gedung adalah kesesuaian fungsi dengan peruntukan dalam rencana tata ruang kabupaten/kota, rencana rinci tata ruang kabupaten/kota, serta rencana bangunan dan lingkungan.

  2. Persyaratan intensitas bangunan, yang meliputi kepadatan, tinggi, dan jarak bebas bangunan.

  3. Persyaratan arsitektur bangunan, yang meliputi penampilan, tata ruang, keseimbangan, keserasian, dan keserasian bangunan dengan lingkungannya.

  4. Persyaratan pengendalian dampak lingkungan adalah persyaratan lingkungan untuk bangunan gedung sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Bagaimana jika masa berlaku SLF habis?

Pemilik atau pengguna bangunan gedung wajib mengajukan permohonan perpanjangan Sertifikat Kelayakan Fungsi (SLF) melalui pemerintah daerah setempat sebelum 60 (enam puluh) hari kalender sebelum masa berlaku SLF berakhir. Merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2005, apabila pemilik/pengguna bangunan gedung terlambat memperpanjang perpanjangan sampai dengan batas waktu Sertifikat Laik Fungsi (SLF) berakhir, dikenakan denda administrasi sebesar 1% dari nilai total bangunan. bangunan yang bersangkutan.

Namun, sebelum menambahkan Sertifikat Laik Fungsi (SLF), bangunan harus diperiksa kembali kelayakannya. Pemeriksaan fungsi bangunan gedung dilakukan oleh penelaah teknis bangunan gedung, termasuk kegiatan pemeriksaan terhadap dampak penggunaan bangunan gedung terhadap lingkungan sesuai dengan fungsi dan klasifikasi bangunan gedung dalam izin mendirikan bangunan.

Persyaratan yang harus disiapkan untuk proses penambahan Sertifikat Laik Fungsi juga berbeda untuk setiap daerah. Namun, ada dokumen inti yang umumnya perlu disiapkan. Diantaranya adalah sebagai berikut:

baca juga : Pengenalan Alat-alat Survey

  1. Fotokopi KTP pemilik dan pemohon gedung

  2. Fotokopi bukti kepemilikan tanah/sertifikat tanah

  3. Fotokopi IMB (Izin Mendirikan Bangunan)

  4. Gambar arsitektur atau As Built Drawing. Adapun yang dimaksud dengan As Built Drawing adalah gambar hasil rekaman akhir yang dibuat sesuai dengan kondisi bangunan di lapangan yang telah disiapkan. mengadopsi semua perubahan selama proses pekerjaan konstruksi

  5. Laporan dari penelaah teknis bangunan gedung yang SLFnya akan diperpanjang

  6. Dokumen lain, seperti SLO (Sertifikat Laik Operasi), Izin Pengelolaan Lingkungan (rekomendasi UKL/UPL/AMDAL/dokumen lingkungan lainnya), dokumen analisis dampak lalu lintas, Sertifikat Keselamatan Kebakaran, dan lain-lain

Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung dijelaskan bahwa untuk mengukur kelayakan suatu bangunan gedung dapat dilihat dari beberapa aspek. Aspek yang dimaksud meliputi keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan. Apabila keempat aspek bangunan gedung tersebut telah menunjukkan kelayakan fungsinya dan dapat dimanfaatkan dengan baik, maka pemerintah daerah dapat menerbitkan perpanjangan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) untuk bangunan gedung yang dimohonkan sertifikatnya.

baca juga : Desain Plafon Ruang Tamu Kecil Sederhana