Penjelasan Tuntas Mengenai Arsitektur

Apakah Yang Dimaksud Arsitektur?

arsitek

Arsitektur merupakan sebuah seni dan ilmu dalam merancang bangunan, secara luas pengertian arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari level makro yaitu perancangan perkotaan, perencanaan kota, arsitektur lanskap, sampai ke level makro seperti desain bangunan, desain perabot dan desain produk. Arsitektur juga mengarah pada hasil-hasil proses perancangan tersebut.

Menurut Francis DK Ching (1979), Arsitektur membentuk suatu tautan yang mempersatukan ruang, bentuk, teknik dan fungsi.

Program Studi Arsitektur merupakan sebuah program studi yang lumayan populer dan banyak peminat di Indonesia. Sebenarnya program studi ini masih merupakan bagian dari Fakultas teknik, namun sedikit lebih berbeda dari program studi lain yang ada di fakultas teknik karena cenderung mengutamakan aspek seni, estetika, nilai fungsi bangunan, dan lingkungan.

Jadi bisa disimpulkan bahwa arsitektur lebih mengarah pada menuangkan ide, konsep, dan desain. Pada Program Studi Arsiitektur, mahasiswa akan mempelajari materi terait kekuatan bagunan (firmitas), estetika atau keindahan bangunan (venustas), dan fungsi bangunan (utilitas).

arsitektur

Tujuan Arsitektur

Arsitektur memiliki sejumlah tujuan untuk mendesain suatu bangunan. Meskipun tidak diharuskan semua tujuan namun menjadikannya sebagai acuan maka akan menghasilkan proses desain yang lebih efektif.

Diantara tujuan arsitektur adalah sebagai berikut :

  • Memiliki akses pencapaian ke bangunan yang mudah.
  • Menciptakan bangunan dengan biaya yang sesaui dengan kualitas yang menyesuaikan
  • Menghadirkan keestetikaan yang menggambarkan keseluruhan bangunan.
  • Melestarikan bangunan bersejarah.
  • Membuat bangunan dengan mempertimbangkan fungsi dan operasionalnya.
  • Merencanakan desain bangunan secara produktif
  • Mendesain bangunan yang ramah lingkungan, aman, berkelanjutan.
  • Dengan memperhatikan segala tujuan dari arsitektur, harapannya adalah proses desain yang dilakukan oleh seorang arsitek dapat menghasilkan konsep bangunan yang kokoh dan tuntas. Selain itu, hal ini akan membantu arsitek untuk menghindari bias agar bangunan yang dibuatnya teteap unik serta tidak kehilangan jati dirinya.

Unsur Arsitektur

Untuk menyelesaikan tugas sebagai Arsitektur secara tuntas dan tepat seorang arsitek harus benar-benar memahami unsur-unsur arsitektur. Berikut merupakan unsur-unsur yang perlu diperhatikan.

Unsur Fisik

Unsur fisik dalam arsitektur merujuk pada elemen-elemen fisik atau material yang digunakan dalam pembangunan bangunan atau proyek arsitektur. Unsur fisik meliputi bentuk, tekstur, warna, dimensi, material, dan proporsi.

Bentuk merujuk pada penampilan visual dari bangunan atau elemen arsitektur, termasuk elemen seperti dinding, jendela, dan pintu. Tekstur berkaitan dengan tampilan permukaan bangunan, seperti tekstur halus atau kasar.

Warna merujuk pada pilihan warna dan kombinasi warna yang digunakan dalam bangunan. Dimensi mencakup ukuran dan proporsi dari elemen-elemen bangunan seperti ketinggian dan lebar. Material merujuk pada bahan-bahan yang digunakan dalam bangunan seperti kayu, beton, atau kaca. Proporsi merujuk pada hubungan antara ukuran dan dimensi elemen-elemen bangunan.

Unsur fisik sangat penting dalam arsitektur karena dapat memengaruhi keberhasilan desain sebuah bangunan atau proyek arsitektur. Elemen-elemen fisik yang dipilih dapat memengaruhi estetika dan kesan visual dari bangunan, serta memengaruhi fungsionalitas dan keberlanjutan bangunan.

Selain itu, unsur fisik juga dapat mempengaruhi bagaimana pengguna merespon dan berinteraksi dengan bangunan.

Dalam desain arsitektur, arsitek mempertimbangkan unsur fisik untuk menciptakan desain yang efektif, estetis, dan fungsional. Arsitek juga mempertimbangkan faktor-faktor seperti daya tahan, efisiensi energi, dan biaya dalam memilih unsur fisik yang tepat untuk proyek arsitektur.

Dengan mempertimbangkan unsur fisik yang tepat, arsitek dapat menciptakan bangunan atau proyek arsitektur yang memenuhi kebutuhan fungsional dan estetis serta memenuhi standar keberlanjutan.

arsitek

Unsur Penerimaan

Unsur penerimaan dalam arsitektur merujuk pada bagaimana pengguna atau pengamat merespon sebuah bangunan atau proyek arsitektur.

Hal ini mencakup bagaimana manusia berinteraksi dengan bangunan, bagaimana bangunan memengaruhi pengalaman manusia, serta bagaimana manusia memberikan penilaian atau mengevaluasi kualitas bangunan.

Unsur penerimaan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti konteks lingkungan, kebutuhan pengguna, nilai-nilai budaya, dan preferensi estetika.

Sebagai contoh, sebuah bangunan yang dirancang dengan mempertimbangkan lingkungan sekitarnya dan kebutuhan pengguna akan cenderung lebih diterima oleh masyarakat dibandingkan dengan bangunan yang tidak mempertimbangkan faktor-faktor tersebut.

Salah satu cara untuk memperhitungkan unsur penerimaan dalam arsitektur adalah melalui metode evaluasi kualitas bangunan. Metode ini mencakup berbagai aspek seperti kenyamanan, keamanan, kesehatan, estetika, dan keberlanjutan.

Evaluasi kualitas bangunan dapat membantu arsitek untuk memperbaiki desain mereka agar lebih sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pengguna serta meningkatkan penerimaan dan penghargaan masyarakat terhadap proyek arsitektur tersebut.

Pentingnya unsur penerimaan dalam arsitektur adalah untuk memastikan bahwa bangunan atau proyek arsitektur yang dibangun dapat memenuhi kebutuhan dan harapan pengguna serta dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Dengan mempertimbangkan unsur penerimaan dalam desain arsitektur, arsitek dapat menciptakan bangunan yang lebih diterima dan dihargai oleh masyarakat dan pengguna.

Unsur Konseptual

Unsur konseptual dalam arsitektur merujuk pada ide dasar atau konsep yang mendasari desain sebuah bangunan atau proyek arsitektur. Konsep ini menjadi landasan bagi semua keputusan desain yang dibuat oleh arsitek.

Konsep arsitektur bisa berupa ide-ide filosofis, estetika, atau fungsional. Konsep filosofis dapat merujuk pada nilai-nilai dan prinsip-prinsip seperti keadilan sosial, keberlanjutan, atau keharmonisan dengan alam.

Konsep estetika dapat berkaitan dengan bentuk, warna, tekstur, dan material. Sementara itu, konsep fungsional berkaitan dengan tata letak, kebutuhan pengguna, dan tujuan bangunan.

Konsep arsitektur dapat diilustrasikan melalui diagram, sketsa, atau model. Setelah konsep tersebut terbentuk, arsitek kemudian dapat mengembangkan desain rinci dan membuat keputusan tentang material, warna, tekstur, dan aspek lain dari proyek arsitektur.

Pentingnya unsur konseptual dalam arsitektur adalah untuk memastikan bahwa desain akhir memiliki koherensi dan konsistensi yang jelas. Konsep arsitektur dapat membantu mengarahkan semua elemen desain menuju tujuan akhir yang sama, sehingga hasil akhir dapat memiliki makna dan nilai yang mendalam bagi pengguna dan masyarakat yang memanfaatkannya.

Fungsi Arsitektur

Selain dari fungsi yang sebelumnya sudah dijelaskan sebelumnya seperti menciptakan suatu konstruksi bangunan yang fungsional, kokoh, dan estetis, secara fungsi arsiitektur adalah sebagai tata bina yang turut menyeimbangkan lingkungan disekitarnya. Berikut fungsi dari arsitektur selain yang disebutkan tadi :

  • Menemukan solusi dari permasalahan iklim, masyarakat, kebudayaan, serta teknologi.
  • Arsitektur memenuhi kebutuhan jasmani, rohani, dan emosional baik itu spiritual maupun intelektual.
  • Membina lingkungan secara keseluruhan karena tidak hanya berperan sebagai objek tetapi juga proses.
  • Menyeimbangkan aspek biologis dan psikologis karena membatasi tubuh manusia dengan alam.
  • Menunjukkan objek dan proses budaya seperti bangunan-bangunan bersejarah yang masih ada hingga saat ini.
  • Sebagai tempat beradaptasi manusia terhadap dunia yang ada di sekitarnya.

Dengan adanya fungsi-fungsi tersebut, arsitektur bukanlah benda yang hanya dirancang, namun juga suatu kesatuan tata bina lingkungan yang meliputi unsur-unsur psikologis di dalamnya. Untuk itu mempelajari arsiitektur berarti juga mempelajari hal-hal tak  terlihat sebagai bagian dari realitas.

Tugas Serta Luang Lingkup Arsitek

Pendapat IAI yang merupakan Ikatan Arsitektur Indonesia, tugas dan ruang lingkup pekerjaan seorang arsitek adalah sebagai berikut:

1. Membuat Konsep Rancangan

arsitek

Konsep rancangan dalam arsitektur adalah ide dasar atau pandangan awal tentang bagaimana sebuah bangunan atau proyek arsitektur akan dibangun dan dirancang. Konsep rancangan mencakup ide-ide tentang bentuk, fungsi, dan tampilan visual dari bangunan.

Langkah pertama dalam membuat konsep rancangan adalah memahami kebutuhan klien dan pengguna. Arsitek harus berbicara dengan klien dan pengguna untuk memahami kebutuhan mereka, seperti fungsi bangunan, anggaran, dan preferensi estetika.

Setelah memahami kebutuhan klien dan pengguna, arsitek dapat mulai mengembangkan ide konsep rancangan. Ide-ide ini harus meliputi elemen-elemen seperti bentuk, skala, proporsi, material, dan gaya arsitektur.

Arsitek juga harus mempertimbangkan faktor-faktor seperti keterjangkauan, ketersediaan bahan, serta aspek teknis dan regulasi bangunan yang berlaku.

Selama tahap pengembangan konsep rancangan, arsitek biasanya menghasilkan sketsa kasar atau gambaran visual dari bangunan. Ini dapat dilakukan dengan tangan atau menggunakan perangkat lunak komputer seperti AutoCAD atau SketchUp. Sketsa-skestsa ini akan membantu arsitek dan klien untuk memvisualisasikan ide-ide yang ada dan untuk mengevaluasi kelebihan dan kekurangan dari masing-masing konsep.

Setelah konsep rancangan awal dibuat, arsitek dapat memperbaiki dan mengembangkannya lebih lanjut dengan mempertimbangkan masukan dari klien dan pengguna. Arsitek juga dapat menggunakan teknologi digital seperti modeling 3D dan rendering untuk membantu memvisualisasikan konsep rancangan secara lebih detail.

Setelah konsep rancangan final diputuskan, arsitek dapat mulai membuat dokumen teknis yang diperlukan untuk memulai pembangunan. Dokumen teknis ini mencakup gambar rinci, spesifikasi material, dan perhitungan struktural.

Dalam kesimpulannya, membuat konsep rancangan dalam arsitektur melibatkan pemahaman yang baik tentang kebutuhan klien dan pengguna, serta kreativitas dan pemikiran sistematis untuk mengembangkan ide-ide konsep rancangan. Konsep rancangan harus meliputi elemen-elemen penting dari desain arsitektur, seperti fungsi, bentuk, tampilan visual, dan faktor teknis dan keberlanjutan untuk memastikan bahwa bangunan dapat memenuhi kebutuhan dan ekspektasi klien dan pengguna.

2. Membuat Skematik Desain

arsitek

Skematik Desain dalam arsitektur adalah tahap awal dari proses desain di mana arsitek membuat gambar sketsa kasar atau diagram yang menggambarkan ide-ide awal untuk sebuah proyek arsitektur. Skematik desain membantu arsitek dan klien untuk memvisualisasikan konsep rancangan secara kasar dan memberikan arah pada desain yang lebih rinci.

Langkah pertama dalam membuat skematik desain adalah memahami kebutuhan klien dan pengguna.

Arsitek harus berbicara dengan klien dan pengguna untuk memahami kebutuhan mereka, seperti fungsi bangunan, anggaran, dan preferensi estetika.

Setelah memahami kebutuhan klien dan pengguna, arsitek dapat mulai membuat sketsa kasar atau diagram yang menggambarkan ide-ide konsep rancangan. Sketsa-skestsa ini dapat dilakukan dengan tangan atau menggunakan perangkat lunak komputer seperti AutoCAD atau SketchUp.

Skematik desain harus meliputi elemen-elemen penting dari desain arsitektur, seperti fungsi, bentuk, tampilan visual, dan faktor teknis dan keberlanjutan.

Skematik desain harus menggambarkan gambaran umum bangunan, termasuk lokasi dan ukuran ruangan, konfigurasi struktur, dan pengaturan ruang terbuka. Skematik desain juga dapat mencakup diagram aliran atau grafik yang menggambarkan bagaimana pengguna akan bergerak melalui bangunan dan bagaimana fungsi-fungsi bangunan akan terorganisir.

Setelah skematik desain selesai, arsitek dan klien dapat mengevaluasi dan memodifikasi ide-ide konsep rancangan yang ada. Skematik desain membantu untuk memvisualisasikan ide-ide dan memberikan dasar untuk desain yang lebih rinci.

Ketika skematik desain telah disetujui, arsitek dapat mulai memperbaiki dan mengembangkan konsep rancangan lebih lanjut dengan mempertimbangkan masukan dari klien dan pengguna. Arsitek juga dapat menggunakan teknologi digital seperti modeling 3D dan rendering untuk membantu memvisualisasikan konsep rancangan secara lebih detail.

Dalam kesimpulannya, membuat skematik desain dalam arsitektur adalah tahap awal dari proses desain di mana arsitek membuat gambar sketsa kasar atau diagram yang menggambarkan ide-ide awal untuk sebuah proyek arsitektur.

Skematik desain membantu arsitek dan klien untuk memvisualisasikan konsep rancangan secara kasar dan memberikan arah pada desain yang lebih rinci. Skematik desain harus meliputi elemen-elemen penting dari desain arsitektur, seperti fungsi, bentuk, tampilan visual, dan faktor teknis dan keberlanjutan untuk memastikan bahwa bangunan dapat memenuhi kebutuhan dan ekspektasi klien dan pengguna.

 

3. Pengembangan Rancangan

Tahap selanjutnya arsitek akan bekerja atas dasar perancangan yang telah disetujui oleh pengguna jasa untuk menentukan; sistem konstruksi & struktur bangunan, bahan bangunan, dan perkiraan biaya yang dibutuhkan.

4. Pembuatan Gambar Kerja 

Arsitek lalu akan menerjemahkan konsep rancangan tersebut ke dalam gambar-gambar dan uraian-uraian teknis yang terinci, sehingga semua pihak yang dilibatkan dapat menjelaskan proses pelaksanaan dan pengawasan konstruksi.

5. Pengadaan Pelaksanaan Konstruksi

Setelah itu di tahap selanjutnya adalah arsitek akan mengolah hasil pembuatan gambar kerja ke dalam bentuk format dokumen pelelangan yang dilengkapi dengan tulisan uraian yang isinya rencana kerja dan syarat-syarat teknis pelaksanaan pekerjaan-(RKS) serta rencana anggaran biaya (RAB) termasuk daftar volume (Bill of Quantity/BQ).

6. Pengawasan Berkala

Arsitek melakukan peninjauan dan pengawasan secara berkala di lapangan dan mengadakan pertemuan secara teratur dengan pengguna  jasa dan pelaksana pengawasan terpadu atau MK yang ditunjuk oleh pengguna jasa.

Konsultan Sipil

Apakah kalian sudah paham mengenai apa itu Arsitektur?

Apakah kalian sedang membutuhkan konsultan yang  berpengalaman dibidang arsitektur?

Kalian tidak perlu khawatir lagi karena saat ini sudah banyak penyedia Jasa konsultan Sipil di seluruh daerah di Indonesia sehingga anda bisa lebih mudah untuk mendapatkan SLF dari pemerintah.

Salah satu penyedia jasa SLF di Jakarta yaitu PT Kinarya Kompegriti Rekanusa di perusahan tersebut anda akan mendapat arahan dan bimbingan serta bantuan dalam mendapatkan SLF sampai tuntas, sehingga kalian tidak perlu khawatir lagi atau pusing sendiri memikirkan cara membuat SLF agar cepat di terima.

Hubungi kontak Kami dibawah ini:

            

Info Penting:

Mari Bahas Apa Itu Audit Struktur Secara Tuntas!
Pembahasan Tuntas PBG Terupdate
Penjelasan Lengkap Tentang Sertifikat Laik Fungsi (SLF)
Audit Energi Gedung, Apakah Penting?