slf

CARA MENGURUS SLF UNTUK BANGUNAN GEDUNG

Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung

SLF

Sertifikat Laik Fungsi bangunan atau SLF adalah sertifikat yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah terhadap bangunan gedung yang telah selesai dibangun dan telah memenuhi persyaratan kelaikan fungsi bersumber hasil dari pemeriksaan kelaikan fungsi bangunan gedung sebagai syarat untuk dapat digunakan

Fungsi dan tujuan dikeluarkannya Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung adalah:

  1. SLF merupakan persyaratan untuk dapat dilakukannya pemanfaatan sebuah bangunan gedung.
  2. SLF diberikan kepada bangunan gedung yang telah selesai dibangun dan memenuhi persyaratan keunggulan bangunan gedung serta sesuai dengan izin yang diberikan lembaga tertrntu

Pemeriksaan kelaikan fungsi bangunan gedung berdasarkan kesesuaian IMB yang telah diberikan, berikut ini adalah :

  • kesesuaian fungsi;
  • persyaratan tata bangunan;
  • keselamatan;
  • kesehatan;
  • kenyamanan; dan
  • kemudahan dalam perawatan dan pemeliharaan.

Bangunan gedung yang sudah memenuhi persyaratan kelaikan fungsi dan fungsi pemakaian gedungnya sesuai dengan IMB, akan diberikan SLF. SLF diterbitkan dengan masa berlaku 5 Tahun untuk bangunan umum dan 10 Tahun untuk bangunan rumah tinggal.

Pemeriksaan secara berkala bangunan gedung harus dilakukan oleh pemilik atau pengguna bangunan gedung dan dapat menggunakan penyedia jasa pengkajian teknis bangunan gedung yang memiliki sertifikat sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Sebelum masa berlaku SLF sudah habis, maka wajib diperpanjang kembali dengan permohonan perpanjangan SLF, dengan melengkapi laporan hasil analisis bangunan gedung (yang harus dibuat oleh analisis yang memiliki Izin Pelaku Teknis Bangunan [IPTB]).

Pemeriksaan secara periodik bangunan gedung harus dilakukan untuk seluruh atau sebagian bangunan gedung, komponen, bahan bangunan, atau prasarana dan sarana dalam rangka pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung, untuk memperoleh perpanjangan SLF.

Baca juga : Cara Mengurus SLF OSS Untuk IMB(Izin Mendirikan Bangunan)

BERIKUT PERSYARATAN SLF UNTUK GEDUNG

1. Laporan Direksi Pengawas yang lengkap yang terdiri dari :

  • Fotocopy Surat Penunjukan Pemborong dan Direksi Pengawas berikut Koordinator Direksi Pengawasnya ;
  • Fotocopy TDR/SIUJK Pemborong dan surat izin bekerja/SIPTB Direksi Pengawas ;
  • Laporan lengkap Direksi Pengawas sesuai dengan tahapan kegiatan ;
  • Surat Pernyataan dari Koordinator Direksi Pengawas bahwa bangunan telah selesai dicek secara keseluruhan dan sesuai dengan IMB.

2. Fotocopy IMB yang terdiri dari :

  • Surat Keputusan dari IMB ;
  • Informasi dan Peta Rencana Kota lampiran IMB ;
  • Gambar arsitektur tambahan IMB.

Baca Juga : Inilah Perbedaan Kontraktor Dengan Arsitek,Kalian Wajib Tau!

3. Untuk bangunan yang tinggi, selain dilengkapi persyaratan, harus dilengkapi juga dengan Rekomendasi dan Berita Acara dari Instansi terkait tentang hasil uji coba instalasi dan perlengkapan bangunan, yang meliputi :

  • Instalasi Listrik Arus Kuat dan Pembangkit Listrik Cadangan/ Genset,
  • Instalasi Kebakaran (system alarm, instalasi pemadaman api, hydran, dsb.)
  • Instalasi Transportasi Dalam Gedung (Lift), Instalasi Tata Udara dalam Gedung (AC)
  • Instalasi Air Bersih (+Sumur Dalam) dan Buangan Air Kotor.

4. Foto:

  • Bangunan
  • Perkuatan utk keamanan bangunan
  • Foto Sumur Resapan Air Hujan disertai gambar SRAH, ukuran dan perhitungan kebutuhan dan pelaksanaannya.

SLF